Ketua PJID Nusantara Simeulue Agam Becu Angkat Bicara

Rabu, 12 Januari 2022

ACEH - Ketua Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi (PJID) Nusantara kabupaten Simeulue Agam Becu angkat bicara terkait dengan isu miring terkait pelaksanaan haul dimakam Tuanku Teungku Diujung Khalilullah yang diprakarsai oleh Polres Simeulue pada hari sabtu, 8/1/2022 lalu. 

Agam Becu saat ditemui awak media, Selasa 11/1/2022, menanggapi terkait isu yang jadi perbincangan di media sosial (Netizen Simeulue), 

"Saran saya kepada Netizen Simeulue yang senang dan respon serta punya kepedulian tinggi terhadap Agama dan kebudayaan di Simeulue. Saya apresiasi, tapi jangan langsung memfonis, menghukum dan memojokkan, apalagi menyangkut hal keagamaan. "

Karena akan menyebabkan multi tafsir dan tanggapan liar, yang merugikan diri sendiri. Kebebasan berpendapat ditempatkan pada tempatnya. Berpendapat tentang hukum agama Islam dudukan bersama dengan para ulama dan yang punya kompeten dibidangnya melalui dialog. Apalagi yang sifatnya kerusial terhadap hukum aqidah, dan fiqih, 

Sebelum berkomentar terlalu jauh, perbanyaklah membaca literatur buku-buku dan referensi yang banyak baik buku kitab maupun referensi digital. 

Bukan saling berkomentar di medsos jauh dari nilai adab dan etika yang menyebabkan debat usil yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. 

Lebih lanjud, Ketua PJID Nusantara Simeulue Agam Becu, juga turut mengapresiasi atas pelaksanaan haul ke 400 tahun pertama kali di peringati Teungku diujung Khalilullah dan pemugaran makam Teungku Arsalan yang diprakarsai oleh Kapolres Simeulue

Sangat wajar bagi kita untuk mengingatkan kembali tentang sejarah Islam yang dibawakan Teungku Khalilullah, jangan sampai komentar2 miring nitizen Simeulue terhadap haul. Mengurangi nilai sejarah perjuangan Tgk Khalilullah bahkan mendegradasi nilai sejarah perjalanan sejarah Islam ke Simeulue. 

Simeulue punya ulama besar yang punya sejarah heroiknya. Jangan lupakan sejarah keemasan yang pernah kita miliki. Bangsa yang besar, bangsa yang menghargai sejarah bangsa nya sendiri. 

Pro dan kontra adalah hal biasa, Jadi tetap teguh saja dengan niat kita semuanya dan senantiasa melakukan yang terbaik untuk Simeulue, Salah dan benar kita bukan semata mata dimata manusia tapi di mata Allah SWT karena kita mengamalkan ajaran guru guru kita semuanya. "Tutup Ketua PJID Nusantara Simeulue Agam.

(rilis)