TRANSMIGRASI HARUS MAMPU WUJUDKAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN

Jumat, 28 Mei 2021

Jakarta - (27/05/2021), Dalam rangka membuka acara Forum Komunikasi Transmigrasi (Forkasi) Regional II tahun 2021, Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Abdul Halim (Gus Halim, red) menyatakan, indikator keberhasilan Transmigrasi antara lain mampu mewujudkan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan di daerah. Transmigrasi turut mendukung SDG's (Sustainable Development Goals, red) Desa.

"Itu catatan penting yang perlu kita pahami. Sehingga, sampai 2024 Transmigrasi lebih fokus membangun yang sudah ada. Jika harus mendatangkan Transmigran, ditujukan kepada lokasi yang memang sudah ada sebelumnya," ujarnya di Jakarta, Kamis (27/05/2021).

Dilaporkan Aisyah Gamawati, Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Dirjen PPK Trans, red) sebagai Ketua Panitia, Forkasi Regional II diikuti oleh lingkup dinas Transmigrasi se wilayah Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Termasuk beberapa Gubernur, diantaranya Ganjar Pranowo (Jawa Tengah, red), Longki Djanggola (Sulawesi Tengah, red), Sulawesi Barat, dan perwakilan Jawa Barat.

Dalam rangkaian acara tersebut juga dilakukan penanda-tanganan Perjanjian Kerjasama antara beberapa perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dan kerja sama antar kepala daerah.

Diminta pendapatnya, Ketua Umum DPP PATRI (Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia, red) Hasprabu yang turut hadir pada acara tersebut menyatakan, sangat mendukung program transmigrasi.

"PATRI sebagai organisasi anak Transmigran, sejak awal tetap konsisten mendukung Transmigrasi. Bukan hanya sekedar sebagai program, tetapi Transmigrasi dimaknai sebagai Gerakan Nasional Perekat Bangsa," ujarnya di dampingi Sekjen DPP PATRI Sutrisno, Ketua DPD PATRI Kalimantan Barat, Imam Muhadi, dan Ketua DPC PATRI Sintang Supriyadi.

Selanjutnya harapan PATRI kepada Pemerintah, agar terus diupayakan penyelesaian hak tanah Transmigran, menguatkan sinergi warga bangsa, mengembangkan semangat berwirausaha, dan mendorong agar ditetapkan Hari Transmigrasi Nasional. Sehingga Gerakan Transmigrasi sebagai perekat nasional benar-benar dapat dirasakan.

"Kader PATRI yang sejak lahir berada di garda terdepan, perlu ditingkatkan peran-sertanya dalam proses-proses pendampingan di lapangan. Karena mereka sehari-hari ada di lokasi bersama Transmigran", pungkasnya.


(Rilis)