
Tahukah Kamu? Setelah viral aksi "Stop Bayar Pajak" akibat kenaikan pajak kendaraan gila-gilaan, akhirnya rakyat disuguhkan fakta baru yang mungkin bikin kamu tersadar dan berkata "Pantesan" pemerintah daerah ngotot banget naikin pajak bahkan saat netizen bikin seruan aksi "Stop Bayar Pajak" pemerintah enggak tinggal diam, mereka bahkan merazia tempat parkir motor di berbagai tempat!
Sebuah tindakan yang bikin rakyat makin geleng-geleng kepala, namun ternyata semua itu melahirkan "Plot Twist" baru yang "membagongkan" Uang hasil keringatmu itu mengalir deras ke kas daerah... tapi tahukah kamu siapa yang paling tersenyum lebar saat target pajak itu tercapai?
Sebuah video perbincangan antara Cak Soleh bersama mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Matur Khusairi, baru saja membongkar rahasia dapur pejabat yang sangat membagongkan.
Mari kita kupas tuntas angka gaib yang bikin dada sesak ini...
- Bukan Gaji, Tapi "Uang Kaget" Tiap Bulan.
Dalam obrolan tersebut, terungkap fakta mengerikan bahwa seorang Gubernur dan Wakil Gubernur ternyata mendapatkan insentif khusus dari pajak kendaraan bermotor yang rutin kita bayar. Angkanya benar benar di luar nalar. Untuk jabatan Gubernur, insentifnya disebut mencapai hampir Rp 1,7 miliar. Sementara itu, sang Wakil Gubernur mendapat porsi sekitar Rp 610 juta. Dan ingat... dana segar ini mengalir masuk ke kantong mereka setiap bulan!
- Dari Mana Angka Fantastis Itu Berasal?
Semua ini legal dan ada hitungan matematisnya. Di tahun 2024, Pendapatan Asli Daerah (PAD) provinsi tersebut tercatat menembus angka raksasa lebih dari Rp 20 triliun. Nah, dari lautan uang itu, diambil sekitar 0,15 persen untuk dijadikan insentif pejabat daerah. Kue miliaran ini kemudian dibagi dua... 65 persen untuk Gubernur dan 35 persen untuk Wakil Gubernur. Payung hukumnya? Tentu saja sudah diatur rapi lewat Peraturan Pemerintah dan Peraturan Gubernur yang terus direvisi.
- Kerjanya Apa Kok Dapat Miliaran?
Di sinilah letak komedi dan sarkasme kehidupannya. Sang mantan anggota DPRD mempertanyakan dengan sangat tajam... apa sebenarnya andil para pemimpin ini sampai berhak menyedot insentif pajak sebesar itu? Padahal, bukan mereka yang turun ke jalan panas panasan menagih pajak warga. Rakyat mau membayar pajak murni karena kesadaran sendiri atau sesederhana karena takut ditilang polisi di jalan. Pejabat tertinggi ini dinilai hanya muncul saat ada acara seremonial potong pita yang melibatkan ribuan warga... lalu pulang kandang saat acara selesai.
- Misteri Susahnya Pemutihan Pajak.
Ketika Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan gebrakan baru dengan menghapus tagihan pajak beserta dendanya, banyak gubernur lain seperti gubernur jawa timur dan jawa tengah justru ngotot tidak akan melakukan hal itu, meski dampak positif dari hal itu benar-benar nyata!
Jawabannya ternyata sangat logis dan berkaitan erat dengan isi dompet. Jika pendapatan pajak daerah menurun gara gara ada program pengampunan, otomatis "jatah insentif" miliaran milik kepala daerah ini juga akan ikut menyusut tajam.
Kesimpulannya: Inilah realita di negeri kita. Rakyat kecil diperas keringatnya bak sapi perah dengan bayang bayang denda dan tilang, sementara hasil perasannya justru menguap menjadi bonus bulanan setara gaji Komisaris Pertamina untuk para elit. Sangat adil dan menyejahterakan bukan? tapi tentu saja bukan untuk kita.
Disadur dari: Sorotan Publik Cak Soleh & Matur Khusairi.