Program MBG Rp 1,2 triliun/hari, tapi ada rakyat gak mampu beli pena Rp 10 ribu

Rabu, 04 Februari 2026

Ngada,WawasanRiau.com - Anak SD Bunuh Diri Diduga karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena, Alarm Keras Buat Negara

Seorang siswa kelas IV SD berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, NTT diduga mengakhiri hidupnya sendiri pada 29 Januari 2026, setelah keluarga tak mampu memenuhi permintaan uang untuk membeli buku dan pena/alarm pena seharga sekitar Rp 10.000 untuk keperluan sekolahnya.

Korban ditemukan tergantung di pohon cengkeh dekat pondok tempat ia tinggal bersama neneknya. Polisi menyatakan tidak ada tanda kekerasan, dan tengah menyelidiki kasus ini. Sebuah catatan pribadi yang ditinggalkan korban juga ditemukan.

Peristiwa ini menarik perhatian nasional. Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief, menyebut kasus tersebut sebagai “alarm keras” yang mencerminkan masih adanya anak yang tidak mendapatkan kebutuhan pendidikan dasar.

Ia mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengusut latar belakang tragedi dan memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran.

Pemerintah, termasuk Menteri Sosial, juga menyatakan keprihatinan dan berjanji memperkuat pendampingan serta penyelidikan terhadap kasus ini.

Sumber: kompas.com