Pendidikan

Memilih Kurikulum dan Sistem Pendidikan yang Tepat untuk Anak

Ilustrasi pendidikan

Jakarta, wawasanriau -- Tahun ajaran baru akan segera dimulai. Perburuan untuk mencari sekolah-sekolah lanjutan SMP, dan SMA/SMK akan sudah dimulai. Di bulan Juni ini, penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 tingkat SMA/SMK di DKI Jakarta segera dibuka. 

Namun sekolah negeri dan jalur PPDB bukan satu-satunya cara untuk mendapatkan sekolah favorit. Sekolah swasta juga banyak yang bisa jadi pilihan. 

Namun sebelum memilih sekolah mana yang terbaik, Anda juga harus melihat dan mengenali sistem kurikulum yang tepat dan ada di Indonesia.

Kurikulum yang tepat dan sesuai dengan potensi anak dapat menunjang talenta yang dimiliki anak.

Dikutip dari berbagai sumber, kenali beberapa kurikulum yang ada di Indonesia sebagai referensi memilih sekolah yang tepat untuk anak.

1. Kurikulum Nasional
Pada tahun ajaran 2019/2020 semua sekolah di Indonesia, negeri dan swasta wajib memakai kurikulum nasional. Kurikulum yang digunakan itu adalah Kurikulum 2013 (K-13). Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum tahun 2006 dan Kurikulum Tahun 2013.

Kurikulum 2013 memiliki empat aspek penilaian, yaitu pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku. Dalam kurikulum ini terdapat beberapa muatan pelajaran wajib seperti pendidikan agama dan budi pekerti, pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Matematika, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Bahasa Inggris.

2. Kurikulum Cambridge
Beberapa Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) di Indonesia juga boleh tidak menggunakan K-13 secara keseluruhan setelah bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Asing. 

Sekolah ini wajib memberikan muatan pelajaran untuk warga negara Indonesia berupa Pendidikan Agama dan Budi pekerti, PPKn, dan Bahasa Indonesia. Umumnya, kurikulum ini diterapkan pada sekolah internasional. 

Salah satu kurikulum yang berlaku adalah Kurikulum Cambridge International. Kurikulum yang berasal dari Inggris ini mengelompokkan jenjang belajar dalam empat bagian yaitu; Cambridge Primary untuk usia 5-11 tahun; Cambridge Lower Secondary untuk usia 11-14 tahun; Cambridge Upper Secondary untuk usia 14-16 tahun; dan Cambridge Advanced untuk usia 16-19 tahun.

Kurikulum ini disebut memberikan kesempatan pada siswa memilih pelajaran yang paling diminati. 

3. International Baccalaureate (IB)
Selain Cambridge, juga terdapat kurikulum International Baccalaureate yang berasal dari Swiss. IB memiliki empat program pendidikan yakni Primary Years Programme untuk usia 3-12 tahun, Middle Year Programme (MYP) untuk usia 11-16 tahun, Diploma Programme untuk usia 16-19 tahun, dan Career-related Program untuk usia 16-19 tahun.

Kurikulum ini menekankan pada berpikir bebas, kreatif, berkarakter, dan berwawasan global.  Pada program ini, peserta didik diarahkan berpikir kritis dan belajar mandiri. Terdapat tiga penilaian yang dilihat dari program IB yaitu esai, pemahaman teori, dan proyek atau eksperimental.

4. Sistem Amerika Serikat
Beberapa sekolah di Indonesia juga menerapkan sistem kurikulum yang mengadopsi kurikulum dari Amerika Serikat seperti Accelerated Christian Education (ACE) atau School of Tomorrow (SOT). 

Kurikulum ini menekankan pada proses belajar mulai dari intelegensi, emosi, spiritual, dan keseimbangan otak kiri dan otak kanan.

Kurikulum Amerika juga mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan fokus pada sains, teknologi, engineering, seni, dan matematika (STEAM). Kurikulum ini tersedia untuk usia 3-18 tahun.

Sumber : CNN Indonesia 


[Ikuti Wawasanriau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar