Hearing Kasus Securit PT Serang Warga Ukui, DPRD Putuskan di Tunda Hingga Jum'at

Senin, 21 September 2015 | 19:08:47 WIB
Hearing Kasus Securit PT Serang Warga Ukui, DPRD Putuskan di Tunda Hingga Jum'ati Foto: DPRD pelalwan hearing

PELALAWAN,Wawasanriau.com – Terkait  pengerusakan serta kekerasan yang dilakukan sikuriti anak perusahan RAPP PT Rimba Lazuardi terhadap masyarakat desa lumbuk kembang bunga kecamatan ukui, Senin (14/9/15) kemarin. DewanPerwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan mengelar rapat dengar pendapat (hearing, red), Senin (21/9/15).

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Pelalawan, Nasarudin, dalam penyampaiannya, diminta aparat penegakan hukum bisa berlaku bijak dalam menyikapi konflik tersebut. Artinya, penyerangan yang dinilai membabi buta disertai dengan tindakan kekerasan dan pengrusakan oleh Sikuriti Rimba Lazuardi terhadap masyarakat, itu pasti atas perintah dari manajemen perusahaan.

"Sangat disayangkan atas tindak kekerasan sekaligus perusakan rumah warga. Apapun masalanya perusahaan harus tanggung jawab. Kalau pun ada sengketa seharusnya bisa diselesaikan secara hukum dan jangan main hakin sendiri,"kata Nasarudin.

lanjutnya, kalau penyerangan seperti ini makajadi yudice prodenci hukum, maka akan terjadi seperti ini lagi. Maka itu pihaknya tidak mau lagi terulang hal yang serupa.

Dari pantuan wawasanriau.com dalam rapat hering tersebut, tampak piihak kepolisian dan masyarakat tidak hadir, sementara dari PT Rimba Lazuardi dihadiri  Direktur utama, Rudi hartanto didampingi maneger lapangan berserta  staff humasnya.

Di sela Rapat sempat bersitengang  antar Kepala  Desa  Ukui,  Rozi  Slamat mengaku Kecamatan Ukui pada salah satu anggota dewan dikarnakan  masyarakatnya sendiri tidak hadiri rapat  hearing  yang dilakukan dikantor DPRD.

Sempat baradu argrumen  dikarnakan rapat tersebut  tidak bisa dipertemukan kedua belah pihak, dan dari  perusahaan PT Rimba Lazuardi  sendiri pun tidak bisa memberikan keterangan atas ketidak hadirian masyarakat yang menjadi korban atas peristiwa ini.

Sementara dari tokoh masyarakat, Sunardi  menyatakan perusahaan telah melakukan penyerangan terhadap warga atas kejadian itu 45 unit rumah dirusak, 1 unit rumah dibakar, 4 rumah dimusnahkan rata dengan tanah dan puluhan sepada motor warga dibakar."Sekarang kondisi warga memperhatikan , anak sekarang tidur ditenda yang sudah disiapkan."ungkapnya

Kabarnya, Korban dan Perusahaan mengharapkan hari itu juga harus sudah ada keputusan dari pihak DPRD. Tapi, karena DPRD lebih memilih untuk menunda. Hal itu dikarena ketidakhadiran masyarakat (korban,red).

"Maka sangat kami sayangkan dan  adahal yang mesti disepakati jika hearing ini ditunda, jangan sampai pada pertemuan kedepan ada satu unsur dalam undangan yang tidak hadir, lalu heringkembali di tunda."kata Nasarudin.

Atas ketidak hadirian masyarakat korban, makarapat hearing ini ditunda. Rapat akan digelar jumat besok dan sekaligus  meninjau lokasi  warga disana untuk melihat lansung konflikdan kebanaran dilapangan.(adi)

Tulis Komentar