Hukrim

Penuhi Panggilan Polda Riau, GNPK RI Riau Beberkan Data Penjual Mangrove di Rohil

PEKANBARU - (WAWASANRIAU.COM) - Pimpinan Wilayah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Provinsi Riau diminta keteranganya oleh Polda Riau terkait pengaduan dugaan alih pungsi lahan hutan manggrove menjadi perkebunan kelapa sawit di Rokan Hilir (Rohil).

"Kita tadi dipanggil penyidik Unit I Ditkrimsus Polda Riau menindak lanjuti laporan pengaduan pada 29 Februari 2019 lalu," kata Wakil Ketua GNPK RI Prov Riau Ifriandi SH, Sabtu (12/3/2019).

Dugaan penjualan lahan hutan manggrove kepada pengusaha oleh Camat bernama Idris dan Kepala Desa PasirLimau Kapas, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, jelas mejadi sorotan masyarakat sehingga hal ini perlu adanya penanganan khusus dari pihak penegak hukum Riau. 

Menurutnya, kehadiran dari Team GNPK RI ke Ditkrimsus Polda Riau adalah untuk memberikan keterangan sebagai pelapor atas kronologis kejadian perkara dugaan alih pungsi lahan manggove tersebut.

"Dalam memberi keterangan tadi saya dan Team Investigasi terkait sebagai berikut, diduga berapa luas lahan yang diperjualbelikan oleh oknum Camat dan Kades dan berapa surat bukti alas hak serta siapa yang membeli tanya penyidik kepada kami." Kata Andi.

Lanjutnya untuk lebih jelasnya silakan komfirmasi Ditkrimsus Polda Riau, karena ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

"Karena kasus ini sudah dilapor dan kami sebagai pelapor akan terus memonitor dan berkoordinasi dengan penyidik kepolisian;" tandasnya. (zmi) 


[Ikuti Wawasanriau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar