Melalui Pilar Prioritas Pembangunan Suyatno Tergetkan Rohil Handal Bebas Kemiskinan

Kamis, 22 September 2016 | 13:22:05 WIB
Melalui Pilar Prioritas Pembangunan Suyatno Tergetkan Rohil Handal Bebas Kemiskinani Foto: Bupati Rohil H Suyatno

Wawasanriau.com - Masih seperti tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) masih merevitalisasi perbaikan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan menjadi skala prioritas utama dalam pembangunan daerah. Pilar pondasi pembangunan itu masih menjadi komitmen Kepala Daerah Rohil ditahun 2016 ini.

Bupati Rohil H Suyatno menegaskan semua itu dilakukan untuk mewujudkan kabupaten yang handal menuju pusat perekonomian dan jalannya roda pemerintahan dengan harapan menekan angka kemiskinan.

Diantara pilar itu seperti terus gencarnya Pemkab dalam perbaikan infrastruktur di seluruh jalan hingga ke pelosok daerah pesisir yang dimulai dari jalan kota dan lingkungan, saluran air (drainase), pelebaran ruas jalan menjadi dua jalur di tiap kecamatan dan jalan lintas wilayah pesisir untuk menghubungkan, Bagansiapiapi, Kubu, Panipahan hingga Sinaboi.

Hasilnya, kini dapat terus dirasakan khalayak ramai seperti pembangunan jembatan Pedamaran I dan II untuk memutus keterisoliran daerah. Semua itu diciptakan tak lain untuk menjawab kebutuhan masyarakat sebagai wujud pelayanan pemerintah daerah.

Melihat lebih Dekat Jembatan Pedamaran

 

PEMBANGUNAN jembatan pedamaran I dan jembatan pedamaran II, merupakan jembatan kembar terpanjang di sumatera yang terletak di muara sungai rokan. Letaknya, berhadapan langsung dengan perairan selat malaka sehingga merupakan satu -satunya akses pendukung utama sebagai jalan lintas bagi masyarakat daerah pesisir pantai.

Kepala daerah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), pernah mengatakan jika kedua jembatan megah itu sudah terhubung dan difungsikan maka akan dapat memperpendek jarak tempuh dari Kota Bagansiapiapi menuju Kecamatan Kubu, Sungai Daun maupun Panipahan. Selanjutnya, dari Penipahan akan bisa cepat menembus ke Ajamu, Kotapinang Labuhan Batu Selatan (Labusel) hingga ke Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara.

Jembatan Pedamaran I dan II itu dirancang dan disiapkan sedemikian rupa untuk tahan dalam jangka waktu 100 tahun. Hal itu dikarenakan, sejumlah tiang beton jembatan dinilai kokoh yang menancap ke dasar sungai dan diperkuat dengan adanya kabel ukuran besar saling terhubung antara satu filen dengan filen lainnya disisi kiri-kanan jembatan.

Katanya lagi, Pada jembatan ini juga terdapat empat pilen yang fungsinya menahan kabel sehingga diharapkan dapat menahan efek dari gempa.

Sudah tak rahasia umum lagi bagi masyarakat Riau, Rohil khususnya, Jembatan yang dibangun Pemda Rohil secara multiyear itu mengunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Rohil tahun 2008-2013.

Bupati menegaskan pembangunan jembatan itu merupakan pembebas keterisoliran terutama untuk perekonomian."kita pasang target, jembatan itu misi pembebasan keterisoliran dan peningkatan perekonomian."pungkasnya.

"Saya yakin apabila kedua jembatan tersebut difungsikan maka banyak keuntungan yang diperoleh mayarakat, ditambah dengan harga tanah yang ada di sekitar jembatan juga akan tinggi dan masyarakat akan meningkat ekonominya,"terangnya.

Dari pada itu, pemda tidak hanya sampai disitu. Pasanya, pelayanan dibidang SKPD juga harus digalakkan untuk menyeimbang letak giografis suatu dearah dan juga harus didukung dengan pusat pemerintahan agar pengembangan perekonomian tidak monoton. Sebagiaman pemda Rohil juga telah mebangun Kantor Bupati berornamen eropa yang diyakini termegah di Indonesia.

Kantor Bupati Berornamen Eropa

PROGRES pengerjaan kantor Bupati Rokan Hilir terus berlanjut. Sesuai dengan yang sudah direncanakan, 2016 ini kantor bupati termegah di Indonesia ini sudah dan akan maksimal difungsikan sebagai pusat jalannya roda pemerintahan di Negeri Seribu Kubah.

 

Bentuk bangunan berornamen Eropa berlantai delapan dengan ciri khas Kubah di atas bangunan tersebut saat ini diperkirakan mencapai rampung. Pasalnya, saat ini hanya sedang dilakukan pengerjaan finishing.

Sementara itu, Bupati Rohil melalui Kepala Dinas Cipakarya dan Tataruang, Suwandi S.Sos, mengaku kalau progres pengerjaan kantor tersebut memang terus digesa. "Kita memang prioritaskan pengerjaanya untuk digesa. Secepatnya diselesaikan untuk difungsikan. Karena, tekad kita kawasan batu enam memang menjadi pusat pemerintahan.

"Apalagi diareal bantu enam ini berbagai kantor dinas sudah difungsikan," papar Suwandi sembari menjelaskan letak kantor bupati yang kini dikerjakan berada di kawasan komplek perkantoran Batu Enam, Bagansiapiapi.

Di kawasan ini, selain berdirinya kantor bupati termegah, Pemerintah Kabupaten Rohil juga sedang mendirikan gedung DPRD termegah di Indonesia.

"Semua ini kita lakukan karena ingin menjadikan kawasan ini bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi sebagai obyek wisata tepian sungai Rokan. Karena lokasinya berada di jalur hijau obyek wisata batu enam," jelas Suwandi.

Untuk diketahui, kawasan batu enam saat ini telah difungsikan sebagai sarana dan prasarana wisatawan dalam memanjakan diri. Di areal ratusan hektar ini berdiri berbagai kantor satuan dinas pemerintahan.

"Kita juga tengah mendirikan sekolah polisi negara (SPN), Mapolairud Polda Riau, yang jelas tekad kita menjadikan kawasan ini sebagai kawasan multi fungsi," sebutnya.

Sarana Pendidikan

SEMENTARA itu, mengenai sarana dan prasana pendidikan serta peningkatan mutu pendidikan itu sendiri. Masyarakat di seluruh wilayah Pemkab Rohil dapat mengenyam dunia pendidikan dengan latar belakang berbagai jenjang. Sebab, mulai dari gedung PAUD hingga perguruan tinggi swasat dan negeri telah menjamur di Rohil.

Bahkan, berdiirinya Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kampus Rohil di Ujung Tanjung menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten akan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan.

"Dari dana APBD, kita tetap mengalokasikan sebesar 20 persen untuk peningkatan dan mutu pendidikan. Setelah kampus IPDN Rohil sebagai tempat belajarnya seluruh praja yang ada di Indonesia, kita telah mendapat izin dari Kapolri atas pendirian Sekolah Kepolisian Negara (SPN) yang nanatinya akan didirikan di areal pusat perkantoran Pemkab Rohil di Batu Enam," jelas Bupati Rohil, Suyatno.

Tak berhenti sampai disitu, Pemkab Rohil juga tengah fokus pengerjaan berbagai sarana dan prasarana lainnya serta pembangunan sejumlah gedung pendidikan yang tertunda. Hal itu diyakini agar pendidikan didaerah lebih merata.
"Selain kita telah berhasil membawa IPDN ke Riau, kita juga tetap fokus membangun infrastruktur pembangunan sekolah disetiap daerah sampai kepelosok."pungkasnya.

Meskipun sudah digalakan penegmbangan sarana pendidikan, jika tidak sejalan dengan pelayanan keseatan dan penanganan kesehatan maka suatu pembangunan daerah juga tidak akan berkembang, demikian Pemda tetap memprioritaskan kesehatan dan sarana tempat berobat.

Sarana Kesehatan

DALAM tujuan peningkatan mutu pelayanan kesehatan, Pemkab terus berupaya menekankan agar mutu pelayanan kesehatan semakin membaik. Hal itu dapat dibuktikan dengan adanya pemberian obat geratis kepada masyarakat miskin dan membentuk pengawas kesehatan disatuan kerja pelayanan rumah sakit daerah.

tidak hanya dalam memberikan pelayanan, pemkab juga membanguna Rumah Sakit Umum Dengan (RSUD) dengan sakala besar, tak tanggung- tanggung saat ini pembangunan rumasa sakit umum yang dibangun di pinggir sungai rokan tepatnya diareal perkantoran batu enam dengan pagu anggaran miliaran rupiah asal dari Anggran Pendapatan Belajan Daerah (APBD) Rohil tahun 2013.

Saat ini saja, gedung baru bangunan RSUD sudah rampung pengerjaanya, rencananya bakal dioperasikan sebagai kantor dinas kesehatan. Penempatan gedung baru sebagai upaya meningkan pelayanan kerja.
"Pengerjaannya telah rampung, namun ada beberapa kerjaan yang harus diselesikan seperti semenisasi jalan masuk RSUD, seperti bangunan pagar dan semenisasi jalan masuk. Setelah itu selesai akan ditempati," kata Bupati Rohil melaui Kadiskes Rohil dr HM Junaidi Saleh.

Dikatakannya, Pada awalnya pengerjaan bangunan fisik RSUD dua lantai tipe B tersebut ditargetkan selesai akhir 2013 lalu, namun karena beberapa faktor , maka akhir 2014 lalu baru selesai pengerjaannya. Gedung baru tersebut yang sudah rampung secara keseluruhan pengerjaanya, untuk sementara bakal dijadikan kantor dinas kesehatan hingga menunggu kelengkapan moubiler alat-alat medis kesehatan.(zmi/ advertorial pemkab)

Tulis Komentar