Inspektorat Bangkinang Terkesan Tutupi Dugaan Korupsi RSUD, kenapa?

Sabtu, 13 April 2019

BANGKINANG - Kepala Inspektorat Bangkinang, Muhammad, terkesan menhindar ketika ingin dikonfirmasi kasus dugaan penyalahgunaan uang negara yang dilakukan oleh Mantan Bendahara RSUD Bangkinang. 

Sebelumnya, mantan Bendahara RSUD Bangking pernah dapat pemeriksaan oleh Inspektorat Bangkinang.

"Hingga saat ini masih berproses dan mendalami pemeriksaan, nanti dikabari hasilnya 60 hari kerja. "kata Muhammad. 

Terpisah, salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pilar Bangsa, melakukan konfirmasi ke Muhammad, melalui via seluler tapi jawabannya tidak bisa dipublikasikan karena menyangkut uang negara. 

"tidak bisa dibuka karena ini soal Uang Negara," dalihnya dengan menggunakan UU no 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Dengan pernyataan kepala Inspektorat Bangkinang demikian, salah satu LSM terkenal di Riau ini menganggap bahwa tidak paham. 

"Sementara hal yang tidak bisa dibuka untuk umum itu adalah soal keamanan negara atau privasi seseorang. "kata LSM tersebut. 

Dalam hal ini, pihak Inspektorat menanyakan kerugian apa, seakan ada yang di tutupin dalam kasus ini. Sudah jelas ada yang dirugikan jasa umum dan jasa BPJS tahun 2018 yang di duga tidak di bayar oleh mantan Bendahara RSUD kampar.

Yang menjadi pertanyaan, hal yang di alami ratusan pegawai RSUD kampar. masuk kantong siapa ? "ujar anggota LSM Pilar Bangsa ini. (rilis)